Keluarlah Dari Penjara Pikiran Sekarang Juga

Penjara pikiran menumbuhkan keyakinan tidak mampu melakukan sesuatu yang mencobanya pun kita belum pernah melakukannya

penjara pikiranKawan, pernahkah engkau merasa tidak mampu melakukan sesuatu yang belum sekalipun kita coba? Mendengarnya saja sudah membuat kerut merut di kening ini bertambah beberapa kali lipat. Tanpa sadar, otak kita mencernanya dengan segera, memadu-padankan dengan pengalaman yang sudah-sudah, dengan kegagalan-kegagalan masa lalu lalu mencetuskan sebuah kesimpulan, kita tidak bisa melakukannya. Dan parahnya, kita lalu mengamini dengan keyakinan yang sama.

Itulah penjara pikiran kawan. Dari awal sudah memciptakan teralis-teralis besi yang membatasi kita dalam pengembangan potensi diri

Kelar sudah hidup kita kawan. Bukan selesai dalam arti sesungguhnya tentu saja. Tapi dengan membiarkan penjara pikiran mengurung kehidupan kita, sama artinya dengan kita mengucapkan selamat tinggal untuk kehidupan yang lebih baik.

Kita harus puas dengan kondisi hidup saat ini, yang mungkin saja, karena sudah terbiasa dan terlanjur bisa menerima. Kita merasa bahwa ini adalah pencapaian maksimal kita dalam hidup, toh sudah terasa nyaman dan tentram ini kok. Betul tidak?

Katak yang selama hidupnya tinggal di dalam kardus hanya akan mampu melompat setinggi kardus yang menjadi rumahnya selama ini

Kawan, tentu pernah mendengar cerita seekor katak yang sepanjang hidupnya berada dalam sebuah kardus bukan? Sang katak sudah merasa bahwa kemampuan melompat dia sudah maksimal, karena ketika dia melompat selalu membentur atap ‘rumah’-nya. Seiring waktu dia merasa nyaman dengan kondisi itu dan mematrikan kemampuan lompatannya setinggi kardus. Suatu ketika, dia dikeluarkan dari dalam kardus dan berjumpa dengan kawan-kawannya sesama katak. Dia tercengang. Kawan-kawannya dapat melompat jauh lebih tinggi dari dirinya. Dia mencoba melompat lebih tinggi lagi, beberapa kali mencoba dan gagal. Akhirnya dia menarik kesimpulan bahwa dia memang berbeda dengan katak-katak yang lain.

Kawan, pencipta penjara pikiran adalah kita sendiri. Jadi, sebetulnya, tidak terlalu sulit untuk keluar dari penjara ini. Kita tidak perlu melakukan banding di pengadilan atau menanti datangnya grasi dan amnesti dari bapak presiden, yang belum tentu juga akan menengok kondisi kita tho?

Tidak sulit keluar dari penjara pikiran. Kita hanya perlu berpikir out of the box, mencoba sesuatu dengan semangat baru

Come on kawan. Selagi masih nyawa masih dikandung badan, belum terlambat untuk keluar dari penjara pikiran kita. Yang kita butuhkan hanya berpikir ‘out of the box’, mencoba sesuatu yang baru, mengumpulkan semangat lebih dari yang sudah-sudah.

Mari kawan, kita keluar dari penjara pikiran sekarang juga. Bersama kita melompat lebih tinggi. Kita ‘chalenge’ hidup kita untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Semangat…!!!

Prast

Iklan

Jejaknya sebelah sini ya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s