Sengkarang Love Story

Gemericik air sungai terdengar syahdu. Memetik dawai jiwa merona jingga

Sengkarang Love StorySengkarang masih sunyi dan memang sepertinya setiap hari senantiasa ketenangan menyergap jiwa siapa saja yang menjejakkan kaki di sini. Mentari pagi juga tak mampu sembunyikan sisa kantuknya malam tadi. Pendar hangatnya masih malu-malu mencumbu bumi ini.

Dan di situlah engkau Angel. Tersenyum cerah, dengan titik keringat yang menghiasi dahi. Anak rambutmu teruari bebas, menyuramkan pesona dedaunan yang menari gemulai mengiringi semilir angin. Juga dengan pagi-pagi lain di setiap minggu.

Kita berdua di sini. Mengayuh pedal sepeda selepas subuh. Lalu rebahkan lelah pada batu-batu besar yang banyak menghampar.

Aku termenung dan selalu tercenung sendiri. Menikmati celotehmu yang mengelus kalbu. Sindiranmu tentangku yang kerap membatu, ku tanggapi bagai angin lalu.

Teruslah bercerita, tertawalah sebebas yang engkau suka Angel dan aku akan lebur, melebur dalam setiap tarikan bibirmu

Tak banyak sebenarnya waktu kebersamaan yang kita punya. Engkau dengan segudang organisasi sekolahmu sementara aku dengan dunia balap liarku, yang aku yakin engkau tidak pernah mengetahuinya.

Setiap malam minggu tiba, aku telah membiasakan diri tersisih. Melihat motor dan mobil berjajar rapi di halaman rumahmu. Kedatanganku memang selalu kalah cepat mereka. Entah mengapa, Aku lebih menyukai mengayuh sepeda daripada memacu kuda besiku menuju rumahmu.

Dan di malam itu pula, aku selalu melihat sekilas engkau yang tengah dikerumuni pemuda-pemuda pemujamu di ruang tamu. Sedang aku, memilih pintu samping lalu ngopi dan bermain catur dengan bapakmu lalu ngobrol sambil menikmati pisang made in ibumu.

Pernah engkau mengenalkanku pada mereka, namun kekakuan menyadarkanku. Dan aku kembali memilih rutinitas โ€˜apelkuโ€™ dengan bermain catur, ngopi dan cemilan apa saja yang dibuatkan ibumu.

Dan hanya di minggu pagi seperti inilah engkau sepenuhnya milikku Angel. Suara lantangmu, rekah senyummu, bebas tawamu, sepasang binar kejoramu dan nyalanya semangat hidupmu.

Dan hanya di sini Angel, di Sengkarang ini. Aku merasa hidupku benar-benar hidup. Segaring apapun candaanmu, tawaku selalu ada menyertai tawamu. Hanya di sini, saat bersamamu, dapat ku kubur dalam-dalam ketakutanku akan masa depan. Karena aku menemukan masa depanku di sini, bersamamu.

Aku temukan masa depanku di sini Angel, bersamamu

Prast

Iklan

7 thoughts on “Sengkarang Love Story

Jejaknya sebelah sini ya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s